Selasa, 18 November 2014

Jaringan Komputer Lanjut : Membangun Jaringan Application Layer (DNS)

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah
sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain
dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer,
misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata
setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik
(email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat
keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti
pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk
menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber
universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang
lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke jaman ARPAnet.
Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI
(sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara
teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik
secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan
sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS).
Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi
prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak
berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa
dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat,
host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882
dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap
spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa
RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
* DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang
membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
* recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan
permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut
* authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor,
baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan:
mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
Percobaan membangun Jaringan untuk melihat tahapan yang terjadi pada Application Layer
 
A.    Konfigurasi dengan file : hosts
      1. Bangunlah jaringan seperti berikut:
 
      
            Gunakan dhclient di masing-masing PC untuk mendapatkan IP dari router.
                 192.168.50.x & y : IP dari router
                 Pilih 192.168.50.x sebagai PC Server
                 Pilih 192.168.50.y sebagai PC Client
2.Tambahkan keterangan pada PC Server      # gedit /etc/hosts
192.168.50.10  www.coba.com          # IP PC Server   
192.168.50.20  mail.coba.com            # IP PC Client   
 
 
3.  Tambahkan keterangan juga pada PC Client         # gedit /etc/hosts
192.168.50.10  www.coba.com          # IP PC Server   
                        192.168.50.20  mail.coba.com            # IP PC Client 

 
4. Tes konfigurasi : 
a. Dari PC Server lakukan ping dengan menggunakan nama :  
# ping www.coba.com           
                                    # ping mail.coba.com  

 
b. Dari PC Client lakukan ping dengan menggunakan nama : 
 # ping www.coba.com          
                                     # ping mail.coba.com  


B.     Konfigurasi dengan DNS
       5. Pada PC Server
             a.  Instalasi paket DNS (bind9)
                    # apt-get install bind9



  b. Cek port yang digunakan oleh DNS :
                 # netstat –nlptu | grep named

 
 c. Buat domain dengan nama : jarkom.com
                # gedit /etc/bind/named.conf =>tambahkan di baris paling bawah

 
d. Pindah ke direktori /var/cache/bind danbuat 2 buah file seperti konfigurasi
                diatas, yaitu :db.jarkom.com dan db.arpa
 
    Konfigurasi sebagai berikut :
     #db.jarkom.com, untuk merubah dari nama ke IP Address
                             # cd /var/cache/bind



            e. Restart aplikasi DNS (bind9)
                # /etc/init.d/bind9 restart



        6. Pada PC Client
              a.       Edit pada file /etc/resolv.conf untuk mensetting client sebagai resolver.
          # vim /etc/resolv.conf
              nameserver 192.168.50.10 => arahkanke DNS Server
 
 


                b.      Tes konfigurasi di server sbb :
                         Tranlasi dari nama ke IP Address
                          # nslookup www.jarkom.com


                          # dig www.jarkom.com

                         
                         # host www.jarkom.com





                         # ping www.jarkom.com




                         # ping web.jarkom.com 

 
                      Tranlasi dari IP Address ke nama


Ulangi langkah di atas tapi gantilah nama dengan no IP.
# nslookup 198.160.50.10

 

 

                          # dig 198.160.50.10





                          # host 198.160.50.10 

 

  # ping 198.160.50.10
 
 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar