Sabtu, 06 Juni 2015

Tugas Ke-2 Pemrograman Jaringan


JARINGAN 4G LTE

Nama Kelompok : 
1. Ai Nenden Triana
2. Ghina Maulidania
3. Milla Hanim Hidayati

Pengenalan 4G LTE

4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah ’3G and beyond’. Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
LTE (Long Term Evolution) dibangun dengan tujuan untuk peningkatan efisiensi, peningkatan layanan, pemanfaatan spectrum lain dan integrasi yang lebih baik. Hasil LTE ini adalah berupa evolusi release 8 dari UMTS standard termasuk modifikasi dari sistem UMTS. LTE ini menjadi evolusi lanjutan dari 3G dan akan dikenal sebagai 4G yang nanti akan jauh lebih efisien dan simpel. LTE mampu melakukan Download dan Upload dari telelpon selular dengan kecepatan ratusan Mbps. LTE dipersiapkan untuk format jaringan selular masa depan.



Prosedur Dasar
Perangkat LTE yang cenderung lebih data sentris akan memulai pencarian jaringan yang sesuai terdahulu. Jika perangkat tidak menemukan cell LTE maka perangkat akan menggunakan teknologi cell UMTS dan GSM. Setelah perangkat mobile informasi untuk untuk bisa mengakses jaringan terpenuhi, maka perangkat akan melakukan prosedur attach. Prosedur attach memberikan alamat IP dan perangkat mobile mulai bisa mengirim dan menerima data dari jaringan. Pada teknologi GSM dan UMTS perangkat bisa tersambung dengan jaringan tanpa alamat IP, namun pada teknologi LTE perangkat harus memiliki alamat IP agar tersambung dengan jaringan.
Jaringan Telepon
Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya LTE menggunakan jaringan all-IP. Sedangkan telepon pada GSM dan UMTS menggunakan circuit switching. Dengan pengadopsian teknologi LTE, maka para operator harus merencanakan ulang jaringan telepon mereka. Munculah tiga pendekatan yang dapat digunakan:
  • CSFB (Circuit Switched Fallback): Pada pendekatan ini, LTE hanya menyediakan servis data dan ketika telepon dilakukan atau diterima maka akan kembali menggunakan circuit switching. Kerugian yang didapatkan adalah pengaturan telepon mengambil waktu yang lebih lama.
  • SVLTE (Simultaneous Voice and LTE): Pada pendekatan ini ponsel bekerja sebagai LTE dan circuit switching secara bersamaan. Kekurangan pada pendekatan ini adalah ponsel cenderung memiliki harga mahal dan menggunakan konsumsi tenaga yang tinggi.
  • VoLTE (Voice over LTE): Pendekatan ini berbasis pada IP multimedia subsistem, yang bertujuan menyokong akses telepon dan multimedia melalui terminal nirkabel.
Selain ketiga pendekatan diatas, terdapat alternatif lain yang tidak diinisiasikan oleh operator yaitu , Over-the-top-content servis , menggunakan aplikasi seperti skype dan google talk untu menyediakan servis telepon bagi LTE. Walupun begitu sekarang dan beberapa masa kedapan, servis telepon masih menjadi pemasukan utama bagi operator mobile. Maka menggantungkan servis telepon LTE sepenuhnya pada OTT, merupakan suatu tindakan yang tidak akan menerima banyak dukungan dari industri telekomunikasi.
Teknologi LTE dan layanannya
  • Teknologi LTE secara teoritis menawarkan kecepatan downlink hingga 300 Mbps dan Uplink 75 Mbps.
  • LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melalui banyak operator spektrum radio yang masing-masing sebesar 180 KHz. OFDM melakukan transmisi dengan cara membagi aliran data menjadi banyak aliran-aliran yang lebih lambat yang kemudian ditransmisikan secara serentak. Dengan menggunakan OFDM memperekecil kemungkinan terjadinya efek multi path.
  • Meningkatakan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah operator spectrum radio tanpa mengganti parameter channel spectrum radio itu sendiri. LTE harus bisa beradaptasi sesuai jumlah bandwith yang tersedia.
  • LTE mengadopsi pendekatan all-IP. Menggunakan arsitektur jaringan all-IP ini menyederhanakan rancangan dan implementasi dari antar muka LTE, jaringan radio dan jaringan inti, hingga memungkinkan industri wireless untuk beroprasi layaknya fixed-line network.
  • Agar menjadi universal, perangkat mobile yang berbasis LTE harus juga mampu menyokong GSM, GPRS, EDGE dan UMTS. Jika dilihat dari sisi jaringan, antar muka dan protocol di tempatkan di tempat yang memungkinkan terjadinya perpindahan data selancar mungkin jika pengguna berpindah tempat ke daerah yang memiliki teknologi antar muka yang berbeda.

Perkembangan Jaringan Broadband


1. GPRS (Global Package Radio Service)
2. EDGE (Meningkatkan tarif data for Global Evolution)
3. Teknologi 3G (Third-Generation Technology)
4. HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)
5. Kecepatan Tinggi Uplink Packet Access (HSUPA)
6. High-Speed Packet Access (HSPA)
7. High Speed Packet Access + (HSPA +)
8. Evolution Data Optimized (EV-DO)

Kecepatan LTE
Kecepatan maksimum LTE bisa mencapai 299.6Mbps untuk mengunduh dan 75.4Mbps untuk mengunggah. Namun, operator seluler yang telah menyediakan jaringan ini, masih membatasi kapasitas dan kecepatan untuk pelanggannya. Pemerintahan di suatu negara juga punya cara yang berbeda mengatur pengalokasian rentang pita frekuensi.


Kelebihan Teknologi 4G LTE
a. Tingkat download sampai dengan 299.6 Mbis/s dan tingkat upload hingga 75.5 Mbis/s
     tergantung pada kategori perangkat yang digunakan.
b. Peningkatan dukungan untuk mobilitas, sebagai contoh dukungan untuk terminal bergerak
     hingga 350km/jam atau 500 km/jam tergantung pita frekuensi.
c. Dukungan untuk semua gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan
    ITU-R.
d. Di daerah kota dan perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi (seperti 2.6 GHz di Uni Eropa)
   digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband.
e. Dukungan untuk MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network). Fitur ini dapat
    memberikan layanan seperti Mobile TV menggunakan infrastruktur LTE, dan merupakan
    pesaing untuk layanan DVB-H berbasis siaran TV.

Kekurangan Teknologi 4G LTE
Kekurangan yang dimiliki oleh teknologi LTE antara lain adalah biaya untuk infrastruktur jaringan baru relatif mahal. Selain itu jika jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal.
Selain itu teknologi LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), teknologi yang memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data. Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu memebeli mobile device baru guna mengguna infrastruktur jaringan yang baru.

Kesimpulan
 
LTE merupakan teknologi jaringan broadband tercepat dan paling baru saat ini. Di Indonesia teknologi ini sedang dikembangkan dan dicoba oleh salah satu provider di indonesia, diharapkan teknologi ini cepat terealisasikan mengingat jaringan broadband di indonesia masih tergolong lambat, Namun teknologi ini tidak murah karena memerlukan infrastruktur yang memadai.



Kamis, 04 Juni 2015

Install dan Konfigurasi DHCP Server

TUGAS 3 (PEMROGRAMAN JARINGAN)

Aggota Kelompok :
1. Ai Nenden Triana
2. Annisa Indah Ramdandhini
3. Diah Intan Sari
4. Ghina Maulidania
5. Milla Hanim Hidayati
6. Tyasti Wulan Puspita
Kelas : 4IA18

Untuk installasi dan konfigurasi DHCP Server pada Debiah 6, langkah - langkahnya sebagai berikut :

1. Terlebih dahulu anda masuk dulu ke super user / root
 
2. Masukkan DVD Debian 6 yang ke satu
 
3. Lalu update repositori nya dengan mengetikan apt-cdrom add, lalu apt-get update

4. Lalu install DHCP Server nya dengan mengetikan apt-get install dhcp3-server seperti ini lalu tekan Y, catatan : jangan lupa masukkan DVD Debian 6 yang ke satu.


5. Lalu akan tampak seperti ini disana ada tulisan failed jangan panik itu terjadi karena konfigurasi DHCP kita belum benar


6. Isikan ip address untuk Server DHCP kita dengan mengetikan nano /etc/network/interfaces seperti ini :


7. Lalu simpan dengan menekan Ctrl+X lalu tekan Y lalu tekan Enter
 
8. Lalu restart interfacenya dengan mengetikan /etc/init.d/networking restart

9. Lalu kita mulai ke konfigurasi DHCPnya dengan mengetikan nano/etc/dhcp/dhcpd.conf
akan tampak seperti ini


10.Selanjutnya kita cari konfigurasi seperti gambar dibawah ini


11. Lalu hilangkan tanda # di depannya seperti gambar dibawah ini:


12. Lalu kita ganti konfigurasinya menjadi seperti ini, lalu simpan denan menggunakan short 
 
key Ctrl+X , tekan Y dan tekan Enter
 

13. Selanjutnya kita buka konfigurasi interface yang akan dipakai untuk DHCP Server kita dengan mengetikan nano /etc/default/isc-dhcp-server
 
14. Lalu kita tambahkan "eth0" tanpa tanda kutip pada konfigurasinya letaknya seperti gambar dibawah ini:



15. Lalu simpan Ctrl+X, tekan Y, dan tekan Enter
 
16. Lalu restart DHCP Server kita dengan mengetikan /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
 
17. Nah konfigurasi di Server nya sudah selesai tinggal kita cek di client Windows XP nya .Pastikan konfigurasi TCP/IP di Windows XP nya di obtain-kan seperti gambar di bawah ini supaya client mendapatkan ip address dari server


Nah kita sudah selesai menginstall dan konfigurasi DHCP Servernya hasilnya seperti gambar dibawah ini si-client mendapatkan ip address dari server

Minggu, 03 Mei 2015

SEO

SEO (Seacrh Engine Optimization)

SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization yang merupakan suatu cara atau teknik untuk mengoptimasi atau membuat situs atau blog yang kita miliki berada pada halaman/posisi pertama pada mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing, dan Yahoo. Bagi seseorang yang sudah memiliki website, SEO merupakan salah satu teknik yang harus diapahami dan dikuasai. Untuk meningkatkan SEO pada website, para pemilik website dapat melakukannya dengan cara follow up.
Keuntungan melakukan SEO

Banyak keuntungan yang didapatkan oleh pemilik web dari melakukan SEO, diantaranya :
1.      Mendatangkan Traffic yang Banyak
2.      Meningkatkan Penjualan
Bagi situs yang bergerak di bidang online shop, peningkatan SEO merupakan hal yang sangat mempengaruhi peningkatan angka penjualan. Semakin banyak orang yang mengetikkan keyword pada search engine sesuai dengan barang yang dijual pada web tersebut kemudian website tersebut rangking 1, maka  sudah dipastikan website tersebut mendapat peningkatan hasil penjualan sebesar 95% dari teknik SEO tersebut. Rangking disini adalah rangking website yang merupakan posisi penampilan website pada halaman search engine.
3.      Meningkatkan daya saing
Semakin tinggi posisi suatu web pada halaman search engine maka seamkin tinggi juga daya saingnya.
4.      Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda
Brand awareness merupakan kemampuan calon pembeli atau konsumen untuk menganli sebuah merk. Semakin terkenal sebuah merk akan kemungkinan intensitas penjualan juga semakin besar. Ketikan pengguna internet mencari informasi melalu Google dan menemukan informasi bermanfaat di website anda, maka kemungkinan besar mereka akan mengingat halaman website anda.
Dan masih banyak keuntungan lain yang bisa anda dapatkan dari teknik SEO ini. Lalu apa saja yang dilakukan dalam kegiatan SEO ini? Didalam strategi SEO, ada 2 hal penting yang harus dikerjakan yaitu SEO On Page dan SEO Off Page. Untuk lebih jelasnya, lihat penjelasan di bawah ini:
1.      SEO On Page
SEO On Page merupakan sebuah upaya optimsi website yang dilakukan dari sisi website itu sendiri. Dengan kata lain, upaya optimasi yang dilakukan oleh seorang pemilik website dengan cara mendesign website yang SEO Friendly. Beberapa elemen penting yang terdapat dalam SEO On Page antara lain:
-           Riset keywords untuk menemukan kata kunci utama dan kata kunci pendukung yang paling relevan dengan niche website yang akan dibuat.
-          Membangun website dengan struktur yang baik, tampilannya menarik, dan load-nya cepat
-          Menggunakan Title Tag yang baik untuk homepage dan judul konten
-          Menambahkan description yang relevan dengan website
-          Membangun konten yang bermanfaat bagi audiens
-          Mengatur URL (permalinks) yang SEO Friendly
-          Menggunakan Heading dengan baik (H1, H2, H3, H4)
-          Mengatur navigasi website sebaik mungkin
-          Membangun internal links
-          Menambahkan keywords pada penamaan gambar/ image
2.      SEO Off Page
SEO Off Page adalah upaya optimasi website yang dilakukan dari luar website yang dibangun. Sebuah halaman website yang SEO On Page nya sudah bagus perlu didukung dengan optimasi dari luar website itu sendiri. Optimasi off page dilakukan dengan cara membangun links (backlinks) dari situs lain menuju website yang dioptimasi. Beberapa jenis links yang biasa dibangun untuk meningkatkan popularitas sebuah website di internet antara lain:
-          Links dari media sosial (Twitter, Facebook, Google+, Youtube, dan lain-lain)
-          Links dari web 2.0 properties (Blogspot, WordPress, Weebly, dan lain-lain)
-          Links dari forum online (Kaskus, Bersosial, Forum Detik, Forum Kompas, dan lain-lain)
-          Links dari situs social bookmark (Lintas.me, Diigo.com, Folkd.com, dan lain-lain)
-          Links dari kegiatan blogwalking (berkomentar di blog orang lain)
-          Links dari website yang menerima guest blogger
Pada SEO Off Page diatas terdapat satu istilah yaitu backlink, apa itu backlink? Backlink merupakan link dari halaman situs kta yang berada pada halaman situs orang lain yang mempunyai Page Ranking yang tinggi. Search Engine seperti Google sangat menyukai Backlink yang berkualitas yang artinya Backlink dari situs authority atau situs yang dipercayai Google dan mempunyai PR yang tinggi seperti Wikipedia, Twitter, WordPress, dan lain-lain. Oleh karenanya suatu situs akan di angkat posisinya oleh google jika mempunyai backlink dari situs authority tersebut, dan bahkan bisa menjadikan situs kita ranking tinggi dengan kata kunci yang di target jika mendapatkan backlink dari situs yang memiliki Page Ranking tinggi.
 
Berikut ini adalah 8 langkah yang wajib dilakukan untuk mengoptimalkan SEO sebuah website:

1. Riset Kata Kunci

Ketika anda akan membuat sebuah website untuk bisnis anda, tentunya anda tidak membuatnya begitu saja tanpa ada sebuah perencanaan.

2. Gunakan Domain Berisi Kata Kunci

Setelah update algoritma penguin yang lalu beberapa orang mengatakan bahwa keywords on domain adalah sesuatu yang buruk karena bisa dianggap SPAM oleh search engine. Saya bukan master SEO atau punya keahlian super di dunia SEO, tapi saya cukup mengerti bahwa di dunia online marketing banyak orang mengatakan hal-hal yang tidak pasti seolah mereka yang paling mengerti banyak hal tentang SEO.

3. Gunakan Platform Yang Tepat Untuk Website Anda

Sebenarnya tidak masalah mau membangun situs anda dengan menggunakan platform yang anda sukai. 

4. Gunakan Permalinks Yang Baik

Pastikan setiap permalink postingan anda berisi judul postingan karenan permalinks yang baik sangat membantu dalam kegiatan seo anda.

5. Plugins SEO

Seperti saya katakan sebelumnya, kelebihan WordPress adalah dapat diinstal plugins pendukung yang dapat membantu SEO situs antara lain :
– Yoast WP SEO atau All In One SEO Pack
– Google XML Sitemaps
– SEO Friendly Images
– Dan lain-lain (akan dibahas dipostingan berikutnya)

6. Konten Berkualitas

Ada beberapa perdebatan tentang konten berkualitas itu seperti apa, ada yang bilang “artikelnya minimal 500 kata”, dan ada yang bilang “artikelnya minimal 700 kata”, faktanya adalah tidak ada yang lebih baik dari sebuah konten yang original. Buatlah konten untuk pembaca anda, buatlah bagaimana agar pembaca anda ingin membaca semua konten anda terus menerus. Seperti yang sudah disampaikan oleh pihak google sendiri bahwa konten adalah RAJA, maka sebaiknya anda tetap mengupdate website anda dengan konten yang original dan menarik bagi pembaca anda.

7. Gunakan Social Media

Bagi pemilik situs, memiliki akun twitter dan facebook adalah sebuah keharusan. Social media ini tidak hanya akan membantu SEO website anda, tapi juga akan menambah pengunjung ke website anda.

8. Membangun Backlinks

Algoritma search engine akan selalu berubah dari waktu ke waktu, namun hal penting yang tidak akan pernah berubah dalam SEO adalah backlinks. Hal penting yang harus tetap kita perhatikan ketika membangun backlinks untuk sebuah situs adalah membangun backlinks yang berkualiats. 


Sumber : 

Jumat, 03 April 2015

APA CLOUD COMPUTING ITU???

A. DEFINISI CLOUD COMPUTING
Dalam bidang maupun industri IT, istilah cloud computing sering digunakan sebagai pemanfaatan komputasi, baik itu hardware ataupun software. Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

“ Internet bisa dianggap awan besar. Awan berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah 'cloud'. Jadi semuanya disambungkan ke 'cloud', atau awan itu.“ (Stevan Greve).

Apa Cloud Computing itu? pasti banyak dari para pembaca yang sudah sering dengar kata tersebut, atau jika belum pernah dengar, mungkin pernah dengar istilah dalam bahasa Indonesia-nya, yaitu “Komputasi Awan”. Ada banyak sudut pandang untuk menjelaskan apa itu Cloud Computing, Wikipedia sendiri menjelaskan Cloud Computing. Mungkin bagi orang awam, ketika baca penjelasan tersebut masih belum jelas. Untuk itu, saya akan coba menjelaskan-nya dengan bahasa yang lebih mudah dengan analogi dibawah ini.

Tentu kita semua adalah para pemakai listrik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bisa menikmati listrik, kita tidak perlu mendirikan infrastruktur pembangkit listrik sendiri kan? yang perlu kita lakukan adalah mendaftar ke PLN, dan kita tinggal bayar biaya listrik berdasarkan jumlah penggunaan kita tiap bulan. Saat kita butuh daya tambahan karena suatu tujuan khusus (misal-nya kita ada acara nikahan), kita tinggal bilang ke PLN untuk tambah daya, dan suatu saat nanti ketika ingin turun daya lagi, kita tinggal bilang juga ke PLN. Bisa dikatakan penambahan daya listrik ini sifat-nya ELASTIS dan (harus-nya) bisa dilakukan segera.

Ketika memakai layanan listrik dari PLN, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan bagaimana PLN memenuhi kebutuhan listrik kita, bagaimana ketika mereka ada kerusakan alat, bagaimana proses perawatan alat-alat tersebut, dsb. Inti-nya kita cukup tahu bahwa kita bisa menikmati listrik dan berkewajiban membayar biaya tersebut tiap bulan, sedangkan PLN sendiri berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita berdasarkan level layanan mereka.

Nah, analogi PLN diatas, adalah sedikit gambaran Cloud Computing, dimana Cloud Computing ini bertugas untuk memberikan layanan dan kita adalah user/pemakai dari layanan tersebut. Kita tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mereka (penyedia layananan Cloud Computing) menyedikan layanan tersebut, yang penting mereka bisa memberikan standar layanan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Untuk biaya layanan kita tinggal bayar berdasarkan pemakaian. Saat kita butuh tambahan layanan, kita bisa meminta segera penambahan layanan tersebut, dan juga sebalik-nya (ELASTIS).
Berdasarkan jenis layanan-nya, Cloud Computing dibagi menjadi berikut ini:
  1. Software as a Service (SaaS)
  2. Platform as a Service (PaaS)
  3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Dibawah ini kita bahas, masing-masing jenis layanan diatas:
  • Software as a Service (SaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail, YahooMail, Hotmail, dsb), social network (Facebook, Twitter, dsb) instant messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang lain.  Dalam perkembangan-nya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud Computing. Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
     
  • Platform as a Service (PaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya (sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman, tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure,  bahkan tradisional hosting-pun merupakan contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari “rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
     
  • Infrastructure as a Service (IaaS) adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.


B. SYARAT CLOUD COMPUTING

Untuk memastikan sebuah layanan sudah fokus pada sistem Cloud Computing maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar layanan yang ada di Internet dikatakan sebagai layanan Cloud Computing, yaitu :
1.      Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.
2.      Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan user berlangganan internet pada yang bandwidthnya 512 Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudian user menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s.
3.      Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.
4.      Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling )
Penyedia layanan Cloud Computing memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumber daya tersebut baik yang berbetuk fisik atau virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna / pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya terpenuhi oleh penyedia layanan yang ada di Cloud Computing. Yang penting setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
5.      Akses Pita Lebar
Layanan yang terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama dapat diakses secara memadai memalui jaringan internet. Baik menggunakan thin client, thick client, ataupun media lain seperti smartphone.
6.      Layanan yang terukur. ( Measured Service )
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.
C. JENIS CLOUD COMPUTING
3 Jenis Layanan Cloud Computing
1.      Software as a Service yaitu SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi. Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan.
2.      Platform as a Service (PaaS) yaitu Seperti namanya, PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django
3.      Infrastructure as a Service (IaaS) yaitu IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang “menyewakan” sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi. Perbedaan mendasar dengan layanan data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis.

D. KEUNGGULAN & KELEMAHAN CLOUD COMPUTING

Keunggulan
 (1) Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya,
(2) Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas,
 (3) Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi,
(4) Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet,
(5) Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat
Kekurangan
 (1) service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery
(2) privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama
(3) compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan olehuser
(4) data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
(5) data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antarcloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

E. MANFAAT CLOUD COMPUTING
Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari
Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.
1.    Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.
2.    Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4.    Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Kelemahan Cloud Computing
F. PRINSIP KERJA CLOUD COMPUTING

Prinsip kerja cloud computing itu berawal dari prinsip fleksibelitas yang di mana user (pengguna) lebih di manjakan dengan berbagai kemudahan dalam penggunaan komputer. Jadi prinsip ini mengutamakan internet sebagai alat untuk mempermudah pengguna komputer. Proses kerja cloud computing menggunakan internet sebagai sistem utama sebagai pengolah atau aplikasi. Semua data atau perintah yang dikirimkan akan di simpan atau diolah di dalam internet. Selain itu juga cloud computing menggunakan prinsip on-demand (saat itu juga) prinsip ini juga membuat cloud computing dapat di gunakan kapan saja dan dimana saja.

G. CARA KERJA CLOUD COMPUTING

Sistem kerja cloud computing secara sederhana yakni ketika kita membuka internet apa yang dilihat oleh pengguna adalah perangkat lunak yang menyajikan interface bagi pengguna dari webserver.Perangkat lunak tersebut berfungsi mengumpulkan perintah-perintah atau instruksi dari pengguna seperti mengklik, mengetik, mengupload dan lain-lain.
Perintah-perintah ini kemudian dilanjutkan ke server aplikasi. Kemudian informasi tersebut disimpan dan dilanjutkan dari database server atau file server dan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui. Sehingga pengguna akan mendapatkan manfaat menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dari komputer seperti mengirim e-mail dan sebagainya

H. KARAKTERISTIK CLOUD COMPUTING           
-Agility (kecepatan) adalah perkembangan user untuk dengan cepat dan murah untuk kemajuan teknologi dan infrastruktur.
-Cost (biaya): mengurangi biaya atau modal.
-Device and location independence (alat dan kebebasan lokasi/tempat): memungkinkan pengguna untuk mengakses suatu sistem menggunakan sebuah web browser tanpa melihat lokasi, Multi-tenancy (Sewa menyewa besar), memperbolehkan pengguna berbagi sumber dan biaya melampaui sebuah kelompok pengguna.
I. CONTOH & ANALOGI
Contoh  cloud computing adalah Yahoo email atau Gmail. Anda tidak perlu software atau server untuk menggunakannya. Semua konsumen hanya perlu koneksi internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan serber semuanya ada di cloud (internet) dan secara total dikelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc. Konsumen hanya perlu menggunakan software itu sendiri dan menikmati manfaatnya.
Analoginya adalah, "Jika and membutuhkan susu, kenapa membeli sapi?" Yang semua pengguna butuhkan adalah manfaat menggunakan software atau hardware seperti mengirim email dll. Hanya untuk mendapatkan manfaat ini (susu) mengapa konsumen harus membeli sapi (software/hardware)

Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
- Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
- Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
- Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider
- Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
- Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
- Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
- Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider